Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Identitas Terungkap, Polisi Buru Kelompok Bersenjata Penembak Tiga ASN di Jayawijaya

Minggu, 13 September 2026 | September 13, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T11:05:55Z


JAYAWIJAYA - Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus memburu kelompok bersenjata yang diduga menembak tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, saat rombongan dalam perjalanan kembali ke Wamena usai menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Muliama, Rabu (9/9).


Peristiwa penembakan tersebut terjadi saat rombongan ASN yang baru saja menyelesaikan tugas kemanusiaan menyalurkan bantuan pertanian kepada warga dihadang dan diberondong tembakan oleh orang tak dikenal. Akibatnya, tiga ASN mengalami luka-luka dan harus segera dievakuasi ke rumah sakit.


Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan tiga selongsong peluru, terdiri dari dua kaliber 5,56 mm dan satu kaliber 9 mm, serta jejak darah di lokasi kejadian. Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi penyidik untuk mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan pelaku.


“Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tentunya kita kejar, insyaallah kita dapat, karena identitas pelaku sudah kita kantongi,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., dilansir dari Tribratanews Polri, Jumat (11/9).


Saat ini penyidik telah memeriksa saksi korban yang selamat dan mengantongi ciri-ciri para pelaku. Berbagai upaya pengejaran terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.


Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku yang mengganggu stabilitas keamanan dan menghambat pelayanan publik di Papua Pegunungan. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar Distrik Muliama.


Polri memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat dan penyaluran bantuan tidak akan terhenti akibat aksi teror tersebut. Pengamanan akan diperketat, terutama bagi para tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan ASN yang bertugas di wilayah pedalaman Papua.

×
Berita Terbaru Update