KALIMANTAN TENGAH — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat melalui sinergi Polri bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, instansi terkait, relawan, dan masyarakat peduli api.
Dalam foto yang dirilis, terlihat personel Polri bersama warga bekerja sama memadamkan api di lahan gambut menggunakan selang air. Asap tipis masih mengepul di area yang telah terbakar.
Tim gabungan melakukan ground check terhadap 60 titik hotspot di berbagai wilayah. Dari hasil pengecekan tersebut, sebanyak 34 titik berhasil dipadamkan dengan total luas lahan terbakar 30,12 hektare. Sementara penanganan terhadap titik lainnya masih terus dilakukan.
Di Kabupaten Pulang Pisau, sebanyak 326 personel gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Tumbang Nusa dan Tanjung Taruna. Selain pemadaman darat, dukungan water bombing juga disiapkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Langkah ini menjadi bukti bahwa perang melawan karhutla bukan hanya tugas satu pihak. Dengan kolaborasi lintas lembaga, relawan, dan masyarakat, upaya pencegahan, pemadaman hingga edukasi terus digencarkan demi menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat Kalimantan Tengah dari dampak karhutla.
Polri melalui jajaran Polda Kalteng dan Polres di wilayah rawan juga aktif melakukan patroli, sosialisasi, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan.
Komitmen bersama dalam penanganan karhutla diharapkan mampu menekan angka kebakaran serta meminimalkan dampak kabut asap bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah.
