BANTEN – Memasuki hari ketiga, Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian delapan jurnalis dan awak kapal KM Arupadatu 1 yang masih dalam pencarian di perairan Selat Sunda, Banten.
Sedikitnya 59 personel Polri dikerahkan dalam operasi, dipimpin langsung Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto yang turut berada di tengah laut menggunakan KP Sanjaya-7017. Personel Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas untuk mempercepat proses penyisiran.
Wilayah pencarian diperluas hingga 2.483 NM² dan dibagi ke dalam enam sektor agar penyisiran berlangsung sistematis dan menyeluruh. Operasi ini melibatkan lebih dari 280 personel gabungan dengan dukungan berbagai sarana pencarian, mulai dari kapal patroli, RIB, hingga peralatan selam dan drone udara.
Kabid Humas Polda Banten menjelaskan, kondisi cuaca di Selat Sunda cukup dinamis dengan gelombang dan arus yang berubah-ubah, ditambah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjadi perhatian khusus.
Di tengah kondisi laut yang dinamis dan aktivitas Gunung Anak Krakatau, keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Namun pencarian terus dimaksimalkan dengan metode penyisiran yang terukur di setiap sektor.
Bersamaan dengan pencarian di laut, Polri juga menjalankan penyelidikan di darat untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum kapal hilang kontak berdasarkan fakta. Langkah ini dilakukan untuk melengkapi informasi terkait kronologi pelayaran, kondisi kapal, serta komunikasi terakhir sebelum dilaporkan hilang kontak.
Polri mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta memberikan ruang bagi tim SAR gabungan untuk bekerja. Masyarakat yang memiliki informasi terkait juga diminta melapor kepada petugas terdekat.
“Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat sangat berarti. Kami bersama Basarnas dan seluruh unsur berkomitmen untuk terus berupaya maksimal menemukan rekan-rekan jurnalis dan awak kapal,” tutupnya.
