JAKARTA — Polri terus bergerak cepat mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Upaya penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pendekatan humanis, kesiapsiagaan lapangan, hingga kegiatan spiritual.
Sebanyak 200 peserta didik Polri bersama Bhabinkamtibmas diterjunkan ke empat Polda prioritas rawan karhutla, yakni Polda Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.
Personel tersebut menyisir wilayah terdampak mulai dari pintu ke pintu hingga rumah ibadah. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, membagikan masker, menyalurkan bantuan kemanusiaan dan kesehatan, hingga memetakan wilayah rawan dan titik hotspot.
Selain itu, tim juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait lainnya. Pengecekan kesiapan peralatan pemadaman dilakukan secara berkala, dan personel turut langsung membantu penanganan di titik api ketika terjadi kebakaran.
Di tengah musim kemarau panjang, upaya penanggulangan juga diperkuat dengan pendekatan spiritual. Salat Istisqa dan doa bersama digelar di wilayah Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Berau, Kalimantan Timur. Dalam foto yang dirilis, tampak personel Polri bersama masyarakat dan TNI khusyuk mengikuti doa bersama di atas terpal hijau untuk memohon hujan.
Secara keseluruhan, Polri mencatat telah melaksanakan 175 kegiatan penanggulangan karhutla. Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan, dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Polri hadir tidak hanya untuk memadamkan, tetapi juga mencegah dan mengedukasi agar bencana ini tidak meluas, demikian semangat yang diusung dalam operasi ini.
Dengan strategi preventif dan kolaboratif ini, Polri berharap dapat meminimalkan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan perekonomian di wilayah-wilayah rawan.
