BATAM — Kabareskrim Polri Komjen. Pol. Drs. Syahar Diantono, M.Si., memimpin konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Batam, Selasa (1/9/2026). Dalam konferensi pers tersebut, Polri mengumumkan keberhasilan operasi laut gabungan dalam membongkar jaringan penyelundupan narkotika internasional.
Operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN RI, Bea Cukai, Polda Kepri, dan TNI AL berhasil menyita 800 kilogram Ketamin HCL di perairan Anambas dan Natuna.
Dalam pemaparannya, Kabareskrim menjelaskan pengungkapan ini merupakan pengembangan dari kasus kapal MV King Sun yang sebelumnya diketahui membawa sekitar 1,3 ton Ketamin. Dari pengembangan tersebut, tim gabungan kemudian mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan dua kapal lain, yaitu kapal Fuchangxing 1 dan MT Ashley di perairan Vietnam.
Tindak lanjut dari pengembangan kasus MV King Sun, tim kemudian melakukan pemantauan dan mendeteksi dua kapal yang bergerak mencurigakan di wilayah perairan Vietnam.
Petugas kemudian melakukan pencegatan. Pada 22 Agustus 2026, tim berhasil mengintersepsi kapal Fuchangxing 1 dan mengamankan 10 orang awak kapal. Sehari setelahnya, giliran MT Ashley yang diamankan oleh tim gabungan.
Setelah kapal Fuchangxing 1 dibawa dan dilakukan penggeledahan di Batam, petugas menemukan barang bukti narkotika yang disembunyikan secara rapi. Sebanyak 800 bungkus Ketamin HCL ditemukan di dalam 40 karung yang disimpan di steering room kapal tersebut.
Dari hasil penggeledahan, kami menyita 800 bungkus Ketamin HCL dengan berat total 800 kilogram. Barang bukti ini disembunyikan dalam 40 karung di ruang kemudi kapal Fuchangxing 1.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan satu orang tersangka berinisial WLC, 30 tahun, warga negara Taiwan. WLC diduga berperan sebagai salah satu pelaku utama dalam jaringan penyelundupan narkotika internasional tersebut.
Komjen Syahar menegaskan, operasi ini merupakan bukti sinergitas antar lembaga dalam memberantas peredaran narkoba lintas negara yang masuk ke wilayah Indonesia. Ia juga mengapresiasi peran TNI AL, BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri yang terlibat langsung di lapangan.
Kami tidak akan berhenti di sini. Pengembangan terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih besar di balik penyelundupan ini.
Tersangka dan barang bukti saat ini telah diamankan di Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut.
Konferensi pers ini turut dihadiri pejabat dari instansi terkait yang tergabung dalam operasi gabungan. Foto yang dirilis menunjukkan Kabareskrim duduk di tengah meja konferensi dengan papan nama "KABARESKRIM", didampingi perwakilan dari instansi penegak hukum lainnya.
