NDUGA — Jarak tempuh berhari-hari dan medan pegunungan yang ekstrem tidak pernah menjadi batas bagi Iptu Motalip Litiloly untuk mengabdi. Dedikasi itu mengantarkannya meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.
Penghargaan diserahkan dalam malam puncak Hoegeng Awards 2026. Dalam foto yang beredar, Iptu Motalip tampak menerima trofi di atas panggung dengan mengenakan seragam Polri lengkap dan penutup kepala adat Papua.
Bertugas di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, sosok yang akrab disapa Pak Salib ini dikenal melalui pendekatan humanis dan kekeluargaan. Di wilayah dengan akses terbatas dan kerawanan tinggi, ia memilih hadir langsung ke tengah masyarakat.
Upayanya membangun kepercayaan dilakukan lewat kegiatan sederhana namun konsisten. Mulai dari sambang rumah warga, berdialog dari rumah ke rumah, menjalin komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, hingga duduk bersama masyarakat. Saat terjadi konflik, Iptu Motalip juga hadir untuk menjadi penengah dan mendorong perdamaian.
Kami percaya rasa aman tidak tumbuh dari ketakutan, tapi dari kepercayaan. Dan kepercayaan itu lahir dari pelayanan yang tulus, begitu semangat pengabdian yang ia tunjukkan selama bertugas di Nduga.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Polri kepada anggota yang bekerja dengan hati dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas keteladanan anggota Polri yang hadir untuk masyarakat, terutama di daerah 3T. Ini bukti bahwa Polri terus mendorong personelnya untuk melayani dengan humanis.
Hoegeng Awards sendiri merupakan ajang penghargaan bagi anggota Polri yang berintegritas, berdedikasi, dan menjadi teladan dalam pengabdian kepada masyarakat.
Kisah Iptu Motalip menjadi pengingat bahwa di ujung timur Indonesia, pengabdian tidak diukur dari kemudahan akses, tetapi dari seberapa besar hati seorang pelayan mau hadir untuk sesamanya.
