1,4 Ton Bibit Ditanam di Lahan 2 Hektare, Targetkan Pagar Alam Jadi Sentra Baru Bawang Putih Sumsel
PAGAR ALAM – Dari sebuah gagasan sederhana yang lahir dalam suasana silaturahmi, kini tumbuh harapan baru bagi ketahanan pangan Sumatera Selatan. Polri melalui Polda Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kota Pagar Alam resmi memulai pengembangan sentra bawang putih dengan kegiatan tanam perdana di lahan milik Pemkot Pagar Alam.
Sebanyak 1.400 kilogram bibit bawang putih ditanam di atas lahan seluas dua hektare. Kegiatan ini menjadi langkah awal mewujudkan kemandirian komoditas strategis yang selama ini masih banyak bergantung pada impor.
Terlihat dalam dokumentasi kegiatan, personel Polri bahkan turun langsung ke lahan. Mengenakan topi caping dan sarung tangan, mereka bersama petani menanam bibit di atas bedengan yang telah ditutup mulsa. Tulisan “KAPOLRES” pada salah satu papan nama menandakan keterlibatan jajaran kepolisian hingga tingkat kewilayahan dalam program ini.
Pagar Alam Diproyeksikan Jadi Sentra Baru
Pemilihan Pagar Alam bukan tanpa alasan. Wilayah dengan karakteristik agroklimat dan ketinggian yang sesuai dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kawasan budidaya bawang putih di Sumatera Selatan.
Kondisi tanah dan suhu di dataran tinggi Pagar Alam diyakini mampu mendukung pertumbuhan bawang putih secara optimal. Dengan begitu, daerah ini diharapkan dapat menjadi lumbung baru penghasil bawang putih di Sumsel.
Lebih dari Sekadar Tanam
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian. Lebih dari itu, inisiatif kolaborasi antara Polda Sumsel dan Pemkot Pagar Alam ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal.
Dengan adanya sentra ini, petani diharapkan mendapatkan pendampingan, kepastian pasar, hingga peningkatan kesejahteraan. Pada akhirnya ini juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Keterlibatan Polri dalam sektor pertanian pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor komoditas pangan. Melalui pendampingan dan pengawalan, diharapkan program dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan dimulainya tanam perdana ini, Pagar Alam resmi melangkah menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan bawang putih di Sumatera Selatan. Keberhasilan di lahan dua hektare ini diharapkan dapat direplikasi ke lahan-lahan lain sehingga target swasembada bawang putih di tingkat provinsi semakin dekat.
