JAKARTA SELATAN - Polri terus memperkuat kapasitas internal dalam menghadapi perkembangan kejahatan siber. Salah satu bentuknya adalah dengan menggelar Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 dengan tema Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital di Jakarta Selatan, Selasa (4/8).
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan melibatkan personel Polri, akademisi, serta para pakar hukum dan psikologi. Tujuannya untuk membahas secara komprehensif meningkatnya ancaman love scamming, modus penipuan yang memanfaatkan hubungan emosional korban hingga berujung pada eksploitasi.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,M.I.Kom., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi membuat modus kejahatan digital semakin kompleks.
Saat ini pelaku kejahatan memanfaatkan kecerdasan buatan, deepfake, hingga social engineering untuk melancarkan aksinya. Ini menuntut Polri memiliki strategi penanganan yang terpadu dan adaptif.
Dalam dialog tersebut, para narasumber menekankan empat poin penting. Pertama, penguatan kemampuan penyidikan personel. Kedua, peningkatan kapasitas analisis forensik digital. Ketiga, pentingnya perlindungan terhadap korban. Dan keempat, perlunya kolaborasi lintas sektor antara aparat penegak hukum, akademisi, dan komunitas digital.
Foto yang dirilis memperlihatkan Brigjen Trunoyudo menerima cinderamata dari salah satu narasumber, disaksikan pejabat lainnya. Suasana dialog berlangsung interaktif dengan diskusi mendalam terkait strategi pencegahan dan penindakan.
Melalui kegiatan ini, Polri berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan baru dalam menangani kejahatan berbasis teknologi. Transformasi penanganan love scamming diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat di era digital.
Polri juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok asmara di media sosial. Jika menemukan atau menjadi korban, segera laporkan melalui Layanan Polisi 110 atau kantor polisi terdekat.
