Padang — Musim kemarau akibat fenomena El Niño tahun ini diprediksi meningkatkan potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan atau Karhutla. Melihat kondisi tersebut, Polri mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan berperan aktif mencegah bencana sejak dini.
Dalam imbauan resminya, Polri menegaskan bahwa cuaca panas dan curah hujan rendah akibat El Niño dapat memicu kebakaran lahan dengan sangat cepat. Jika tidak ditangani bersama, dampaknya bisa meluas mulai dari kabut asap, gangguan kesehatan, hingga kerusakan lingkungan.
WASPADA EL NIÑO, CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI! menjadi seruan utama Polri untuk mengingatkan masyarakat agar tidak abai terhadap potensi kebakaran di sekitar.
4 Langkah Cegah Karhutla yang Bisa Dilakukan Masyarakat
Untuk menjaga keselamatan bersama, masyarakat diimbau melakukan hal-hal berikut:
1. Tidak membakar lahan atau sampah sembarangan
Pembakaran lahan dan sampah adalah pemicu utama karhutla saat kemarau panjang.
2. Hemat menggunakan air bersih
Persediaan air dapat menipis saat kemarau. Penggunaan bijak membantu mencegah krisis air sekaligus mempermudah pemadaman jika terjadi kebakaran.
3. Hindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran
Seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar hutan untuk pembukaan lahan, atau aktivitas lain di area kering.
4. Segera laporkan jika menemukan titik api atau kejadian darurat
Penanganan cepat sangat menentukan agar api tidak meluas.
Call Center 110 Siaga 24 Jam
Polri juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi Call Center Polri 110 jika melihat kebakaran, gangguan kamtibmas, atau keadaan darurat lainnya.
Layanan 110 bisa diakses 24 jam, gratis, dan tanpa pulsa. Petugas akan langsung menindaklanjuti laporan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Cegah Kebakaran, Lindungi Lingkungan Bersama — ajakan ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua.
Dengan kepedulian dan tindakan cepat dari masyarakat, diharapkan potensi karhutla akibat El Niño dapat diminimalkan, dan lingkungan tetap aman untuk kita dan generasi mendatang.
