-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kenali Fenomena El Niño Secara Global: Bukan Sekadar Kemarau, Ini Dampaknya untuk Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026 | Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T06:33:18Z


Jakarta — Alam terus berdinamika. Fenomena El Niño bukan sekadar isu kemarau lokal, melainkan siklus iklim global yang berdampak luas pada cuaca dunia, termasuk di Indonesia. Memahami fenomena ini menjadi penting agar masyarakat bisa lebih siap menghadapi perubahan musim yang terjadi.


Berdasarkan data dan edukasi dari BMKG yang disampaikan Polri melalui kanal Layanan Polisi 110, El Niño adalah pemanasan Suhu Muka Laut atau SML di atas normal pada Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Pemanasan ini menggeser sirkulasi angin, mengubah pola hujan, dan akhirnya memengaruhi cuaca di berbagai belahan dunia.


Apa Itu El Niño?

Secara sederhana, El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menjadi lebih hangat dari biasanya. Kondisi ini memicu perubahan besar pada atmosfer. Akibatnya, distribusi hujan di dunia menjadi tidak merata.


Fakta Singkat tentang El Niño


1. Siklus

El Niño terjadi setiap 2 hingga 7 tahun sekali. Polanya tidak tetap, sehingga perlu pemantauan berkelanjutan.


2. Dampak Cuaca

- Memicu kekeringan di wilayah seperti Asia dan Australia

- Memicu banjir di wilayah seperti Amerika Selatan

Di Indonesia, dampak yang paling terasa biasanya berupa musim kemarau yang lebih panjang dan curah hujan yang berkurang.


3. Dampak Lain

Selain cuaca, El Niño juga mengganggu sektor perikanan karena perubahan suhu laut, serta memicu peningkatan suhu global secara umum.


Sumber data dalam infografis ini berasal langsung dari BMKG dengan fokus pada 4 indikator utama: Anomali Suhu Muka Laut, Perubahan Pola Angin, Perubahan Pola Hujan, dan Dampak Global di Berbagai Wilayah.


Imbauan: Waspada dan Bijak Gunakan Air

Melihat potensi dampaknya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, bijak menggunakan air, dan saling menjaga di setiap perubahan musim. Langkah kecil seperti menghemat air dan tidak membakar lahan dapat membantu mengurangi risiko bencana seperti kekeringan dan karhutla.


Polri senantiasa hadir mendampingi masyarakat dalam menghadapi setiap tantangan alam, demikian penegasan dalam kampanye edukasi ini.


Jika masyarakat menemukan titik api, gangguan kamtibmas, atau keadaan darurat lainnya, dapat segera menghubungi Call Center Polri 110. Layanan ini siap melayani 24 jam, gratis, dan tanpa pulsa.


Dengan memahami El Niño sejak awal, kita tidak hanya bereaksi saat bencana datang, tetapi juga beradaptasi agar lebih tangguh menghadapi dinamika iklim global.

×
Berita Terbaru Update