Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Meneguhkan Harapan di Tengah Puing, Komitmen Polri untuk Pendidikan di Sikka

Senin, 16 Februari 2026 | Februari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T04:02:18Z

Meneguhkan Harapan di Tengah Puing, Komitmen Polri untuk Pendidikan di Sikka

NTT, NUSANTARANEWS.NET

Pendidikan adalah fondasi masa depan, namun bagi 52 siswa di SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, fondasi itu sempat goyah. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang menerjang Desa Bu Utara, Kecamatan Tana Wawo, pada akhir Januari 2026 lalu, meninggalkan duka mendalam. Bangunan sekolah yang menjadi tempat mereka merajut mimpi roboh, memaksa aktivitas belajar mengajar terhenti seketika.


Namun, di tengah keterbatasan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hadir untuk memastikan bahwa bencana tidak boleh memutus akses literasi. Pada Senin, 16 Februari 2026, Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak guna membawa solusi nyata bagi para guru dan siswa.


Kehadiran Negara Melalui Pendekatan Humanis

Setibanya di lokasi pada pukul 07.53 WITA, Wakapolda NTT disambut dengan hangat melalui prosesi adat setempat. Kehadirannya yang didampingi oleh Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, serta jajaran pejabat lainnya, menjadi simbol bahwa negara hadir di garis terdepan saat masyarakat mengalami kesulitan.


Plt Kepala SMP Negeri 48 Sa Ate Gaikiu, Maria Astinoli, S.Pd, memaparkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi pasca-ambruknya gedung sekolah. Tanpa ruang kelas, proses transfer ilmu menjadi mustahil dilakukan secara efektif. Merespons kondisi objektif ini, Polri segera mendirikan dua unit tenda besar yang kini dialihfungsikan sebagai ruang kelas darurat.


Bantuan Pendidikan dan Fasilitas Penunjang

Polri memahami bahwa tenda saja tidak cukup. Untuk membangkitkan semangat belajar siswa, Wakapolda NTT secara simbolis menyerahkan berbagai bantuan sarana pendidikan, antara lain:


100 paket tas sekolah yang telah dilengkapi dengan buku dan alat tulis.


2 unit tenda Polri sebagai pengganti ruang kelas yang permanen untuk sementara waktu.


4 papan tulis (whiteboard) lengkap dengan alat pendukungnya.


Komitmen pengiriman 100 unit meja dan kursi yang akan segera didistribusikan dalam waktu dekat.


"Kami turut merasakan kesedihan yang dialami para guru dan siswa. Kehadiran kami di sini adalah perintah langsung dari pimpinan agar Polri lebih aktif turun ke lapangan, memastikan hak dasar anak-anak untuk bersekolah tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat," ujar Wakapolda NTT dalam arahannya.


Peran Polri Sebagai Jembatan Kemanusiaan

Selain fokus pada pendidikan, Wakapolda juga menekankan pentingnya peran Polri dalam mendukung program sosial pemerintah secara luas. Beliau menginstruksikan jajaran Polres, Polsek, hingga Bhabinkamtibmas untuk menjadi mata dan telinga negara dalam melakukan verifikasi data masyarakat miskin ekstrem.


Tujuan utamanya jelas: memastikan bahwa bantuan pemerintah tepat sasaran. Polri harus menjadi penghubung bagi warga yang kesulitan mengakses bantuan sosial karena kendala administratif atau kurangnya informasi. Dengan keterlibatan aktif kepolisian, diharapkan tidak ada satu pun warga di pelosok Sikka yang terabaikan haknya.


Penutup: Sinergi untuk Masa Depan

Kunjungan yang berakhir pada pukul 08.46 WITA ini meninggalkan pesan kuat tentang solidaritas. Melalui langkah taktis ini, diharapkan distribusi logistik pendidikan tetap lancar dan psikologi para siswa kembali pulih pascabencana. Di bawah tenda-tenda darurat yang kini berdiri tegak, cita-cita anak-anak Sikka tetap memiliki ruang untuk tumbuh, membuktikan bahwa kepedulian mampu mengalahkan kehancuran akibat bencana.


#divisihumaspolri
editor : Keken
×
Berita Terbaru Update