ACEH UTARA, NUSANTARANEWS.NET
Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polri melalui insan akademisnya. Sebagai bagian dari kurikulum pendidikan yang berorientasi pada masyarakat, Sindikat 8 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83 melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas) yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Kegiatan kali ini difokuskan di kawasan Bukit Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (13/02/2026).
Bukit Linteung dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik yang memiliki tantangan geografis cukup berat, sehingga akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan seringkali terbatas. Terlebih lagi, pasca terjadinya bencana alam di wilayah sekitar, kebutuhan akan pemantauan kesehatan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda.
Sinergi dan Kolaborasi di Lapangan
Kegiatan mulia ini dipimpin langsung oleh Perwira Pendamping, Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo S., S.I.K., M.H. Di bawah arahannya, sebanyak 22 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS terjun langsung ke tengah masyarakat. Mereka tidak bekerja sendiri; kolaborasi apik terjalin dengan tenaga kesehatan (nakes) dari puskesmas setempat dan dinas kesehatan terkait untuk memastikan setiap tindakan medis yang diberikan sesuai dengan prosedur profesional.
Kehadiran para calon pemimpin Polri ini disambut antusias oleh warga Bukit Linteung. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai usia—mulai dari balita hingga lansia—telah memadati lokasi kegiatan. Para mahasiswa STIK tampak sigap membantu proses registrasi, melakukan pendataan pasien secara tertib, hingga memberikan pendampingan khusus bagi warga lanjut usia yang kesulitan berjalan untuk menuju meja pemeriksaan.
Layanan Kesehatan Menyeluruh
Dalam pelaksanaannya, layanan yang diberikan sangat komprehensif. Masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum secara cuma-cuma, mulai dari pengecekan tekanan darah, pemeriksaan fisik, hingga konsultasi keluhan penyakit. Berdasarkan hasil diagnosa dari tenaga medis, warga langsung diberikan obat-obatan yang dibutuhkan secara gratis.
Namun, pengabdian ini tidak berhenti pada pengobatan fisik semata. Para mahasiswa juga aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mengingat kondisi lingkungan pasca bencana yang rentan terhadap penyebaran penyakit, edukasi mengenai kebersihan sumber air dan sanitasi lingkungan menjadi materi utama yang disampaikan kepada warga guna mencegah munculnya wabah penyakit di masa mendatang.
Mengasah Sisi Humanis Calon Pemimpin Polri
Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo menekankan bahwa kegiatan Dianmas ini adalah sarana bagi mahasiswa STIK untuk melihat realita di lapangan secara langsung. Melalui interaksi ini, diharapkan para mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepolisian yang humanis, responsif, dan empati.
"Tugas polisi ke depan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana hadir sebagai solusi di tengah kesulitan masyarakat. Kegiatan ini melatih kepekaan sosial mereka sebelum nantinya kembali bertugas di kewilayahan," jelasnya.
Selain memberikan manfaat medis nyata, kegiatan ini berhasil memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat Aceh Utara. Kehadiran personel Polri di tengah-tengah masyarakat dalam bingkai kemanusiaan mampu menghapus sekat dan membangun kepercayaan publik (public trust) yang lebih kuat.
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini pun ditutup dengan senyum syukur dari warga Bukit Linteung. Melalui langkah kecil di pelosok Aceh ini, STIK Angkatan 83 telah menanamkan benih pengabdian yang diharapkan akan terus tumbuh dalam pengabdian mereka bagi bangsa dan negara di masa depan.
editor : Keken
